Mengapa Harus Menggunakan Times New Roman?


Mengapa Harus Menggunakan Times New Roman?

Saya kenal dengan huruf tersebut ketika masih berada di bangku SMA. Dimana, jika ingin menulis surat atau semua hal yang berbau “resmi” harus menggunakan huruf ini. Tetapi menurut saya, kata “resmi” berbeda tipis dengan “membosankan”. Karena pada dasarnya, kita sedang dijejali rasa yang sama dan sudah menjadi sifat dasar manusia jika terus-menerus diperlakukan seperti itu, maka manusia pasti ingin adanya sebuah perubahan.

Memberanikan diri untuk “keluar jalur”

Akan sulit ketika kita ingin merubah sesuatu yang sudah lama adanya, menjadi sesuatu yang benar–benar baru. Karena, tidak semua orang akan menerima perubahan itu. Dalam dunia desain website, seperti yang saya baca di sebuah artikel yang berjudul New Year’s Resolution, disitu dijelaskan, jika kita ingin membuat website yang unik, jangan berpikir bahwa website harus mempunyai header, sidebar, dan footer. Karena jika kita masih berpikir bahwa sebuah website harus mempunyai semua itu, pasti perubahan tidak akan terjadi. Sama halnya ketika kita secara terus–menerus menggunakan huruf Times New Roman sebagai huruf default untuk semua hal yang kata mereka berbau resmi, maka mustahil pula ada perubahan. Akhirnya, satu-satunya jalan mencapai perubahan adalah memberanikan diri untuk keluar jalur.

Perubahan memicu kreativitas

Nah, setelah manusia itu sudah berani keluar jalur, maka dia dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Dan itulah waktu dimana kreativitasnya diuji. Dengan makin banyaknya huruf yang tersedia, maka kita harus benar-benar bisa memilih. Yang jika pilihan kita tepat, kita bisa mengganti kata “resmi” dengan “menarik hati”. Begitulah kiranya pendapat pribadi saya tentang mengapa harus menggunakan Times New Roman, sedangkan sebenarnya kita mempunyai banyak pilihan huruf lainnya. :)

Artikel ini dibuat setelah mengetahui makin maraknya penggunaan huruf Times New Roman untuk pembuatan Laporan Tugas Akhir maupun pembuatan Surat Lamaran Kerja, yang terkadang membuat mata saya mengantuk ketika membacanya.