<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yahya J Aifit &#124; Front End Web Developer</title>
	<atom:link href="http://cahcepu.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cahcepu.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 03:15:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Menggunakan Times New Roman?</title>
		<link>http://cahcepu.com/blog/timesnewroman/</link>
		<comments>http://cahcepu.com/blog/timesnewroman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 18:03:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahcepu.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Harus Menggunakan Times New Roman? Saya kenal dengan huruf tersebut ketika masih berada di bangku SMA. Dimana, jika ingin menulis surat atau semua hal yang berbau “resmi” harus menggunakan huruf ini. Tetapi menurut saya, kata “resmi” berbeda tipis dengan “membosankan”. Karena pada dasarnya, kita sedang dijejali rasa yang sama dan sudah menjadi sifat dasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="" id="Scrollbar-Container">
    <img src="http://cahcepu.com/v3/times/up.png" class="Scrollbar-Up"><br />
    <img src="http://cahcepu.com/v3/times/down.png" class="Scrollbar-Down"></p>
<div class="Scrollbar-Track">
    <img style="top: 0px;" src="http://cahcepu.com/v3/times/handle.png"class="Scrollbar-Handle">
</div>
</div>
<div class="Scroller-Container">
<div class="scroll"></div>
<div id="isi">
<h3>Mengapa Harus Menggunakan Times New Roman?</h3>
<p>Saya kenal dengan huruf tersebut ketika masih berada di bangku SMA. Dimana, jika ingin menulis surat atau semua hal yang berbau “resmi” harus menggunakan huruf ini. Tetapi menurut saya, kata “resmi” berbeda tipis dengan “membosankan”. Karena pada dasarnya, kita sedang dijejali rasa yang sama dan sudah menjadi sifat dasar manusia jika terus-menerus diperlakukan seperti itu, maka manusia pasti ingin adanya sebuah perubahan.</p>
<h4>Memberanikan diri untuk &#8220;keluar jalur&#8221;</h4>
<p>Akan sulit ketika kita ingin merubah sesuatu yang sudah lama adanya, menjadi sesuatu yang benar–benar baru. Karena, tidak semua orang akan menerima perubahan itu. Dalam dunia desain website, seperti yang saya baca di sebuah artikel yang berjudul <a href="http://24ways.org/2009/a-new-years-resolution" title="Baca: New Year's Resolution - 24ways.org" target="_blank">New Year&#8217;s Resolution</a>, disitu dijelaskan, jika kita ingin membuat website yang unik, jangan berpikir bahwa website harus mempunyai header, sidebar, dan footer. Karena jika kita masih berpikir bahwa sebuah website harus mempunyai semua itu, pasti perubahan tidak akan terjadi. Sama halnya ketika kita secara terus–menerus menggunakan huruf Times New Roman sebagai huruf default untuk semua hal yang kata mereka berbau resmi, maka mustahil pula ada perubahan. Akhirnya, satu-satunya jalan mencapai perubahan adalah memberanikan diri untuk keluar jalur.</p>
<h4>Perubahan memicu kreativitas</h4>
<p>Nah, setelah manusia itu sudah berani keluar jalur, maka dia dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Dan itulah waktu dimana kreativitasnya diuji. Dengan makin banyaknya huruf yang tersedia, maka kita harus benar-benar bisa memilih. Yang jika pilihan kita tepat, kita bisa mengganti kata &#8220;resmi&#8221; dengan &#8220;menarik hati&#8221;. Begitulah kiranya pendapat <i>pribadi</i> saya tentang mengapa harus menggunakan Times New Roman, sedangkan sebenarnya kita mempunyai banyak pilihan huruf lainnya. <img src='http://cahcepu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="footnote">
<p>Artikel ini dibuat setelah mengetahui makin maraknya penggunaan huruf Times New Roman untuk pembuatan Laporan Tugas Akhir maupun pembuatan Surat Lamaran Kerja, yang terkadang membuat mata saya mengantuk ketika membacanya.</p>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahcepu.com/blog/timesnewroman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Kehebatan CSS3</title>
		<link>http://cahcepu.com/blog/css3hebat/</link>
		<comments>http://cahcepu.com/blog/css3hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 17:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahcepu.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[CSS3 Inilah Kehebatan Saya terperanga ketika pertama kali melihat fitur baru CSS3 pada beberapa artikel yang berhasil saya kumpulkan. Bagaimana tidak, lha wong fitur baru itu sangat membantu sekali untuk para web designer dalam mengerjakan projectnya. Inilah contohnya: Eits, update dulu Browser Anda ke versi yang terbaru. Dan ingat, jangan pernah menggunakan Internet Explorer! 1. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="css">CSS3</div>
<div class="hebatan">Inilah Kehebatan</div>
<div class="intro"><span>S</span>aya terperanga ketika pertama kali melihat fitur baru CSS3 pada beberapa <a href="http://note.cahcepu.com/category/css3/" target="_blank">artikel</a> yang berhasil saya kumpulkan. Bagaimana tidak, lha wong fitur baru itu sangat membantu sekali untuk para web designer dalam mengerjakan projectnya. Inilah contohnya:</div>
<div class="eits">Eits, update dulu Browser Anda ke versi yang terbaru. Dan ingat, jangan pernah menggunakan Internet Explorer!</div>
<div class="judla"><b>1.</b> Polaroid dengan Rotate, Scale, &#038; Box Shadow</div>
<div class="kotak">
<div class="box"><a href="http://www.flickr.com/people/saviorjosh/" target="_blank"><img src="http://cahcepu.com/v3/css3/1.gif" alt="css polaroid"></img></a></div>
<div class="box2"><a href="http://www.flickr.com/people/saviorjosh/" target="_blank"><img src="http://cahcepu.com/v3/css3/2.gif" alt="css polaroid"></img></a></div>
<div class="box3"><a href="http://www.flickr.com/people/saviorjosh/" target="_blank"><img src="http://cahcepu.com/v3/css3/3.gif" alt="css polaroid"></img></a></div>
<div class="box4"><a href="http://www.flickr.com/people/saviorjosh/" target="_blank"><img src="http://cahcepu.com/v3/css3/4.gif" alt="css polaroid"></img></a></div>
<div class="box5"><a href="http://www.flickr.com/people/saviorjosh/" target="_blank"><img src="http://cahcepu.com/v3/css3/5.gif" alt="css polaroid"></img></a></div>
<div class="box6"><a href="http://www.flickr.com/people/saviorjosh/" target="_blank"><img src="http://cahcepu.com/v3/css3/6.gif" alt="css polaroid"></img></a></div>
</div>
<div class="kete">
<div class="kiri">
<h4>Keterangan:</h4>
<p>Untuk membuat efek bayangan saya menggunakan <code>-moz-box-shadow</code>. Efek memutar menggunakan <code>-moz-transform</code> ditambah dengan <code>rotate(0deg)</code>. Dimana <code>(0deg)</code> adalah besar sudut.</p>
<p>Dan untuk perbesaran saat di hover, juga menggunakan <code>-moz-transform</code>, tapi ditambah <code>scale(1.25)</code> yang merupakan besar nilai perbesaran.
</div>
<div class="kanan">
<pre>
<code>
.box {
   z-index: 1;
   position: relative;
   padding: 3px;
   width: 230px;
   height: 200px;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-box-shadow:0px 0px 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
   -moz-transform: rotate(-15deg);
   -webkit-box-shadow:0px 0px 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
   -webkit-transform: rotate(-15deg);
   -webkit-transition: 0.3s ease-in-out;
   -moz-transition: 0.3s ease-in-out;
}
</code>
<code>
.box:hover {
   z-index: 2;
   position: relative;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-transform: rotate(0deg);
   -moz-transform: scale(1.25);
   -webkit-transform: rotate(0deg);
   -webkit-transform:  scale(1.25);
}
</code>
</pre>
</div>
</div>
<div class="judla"><b>2.</b> Glossy dengan Gradient &#038; Rounded Corner</div>
<div class="kotak">
<div class="tombol">
<div class="kilau"></div>
<p><span>ENTER</span></div>
<div class="tombol2">
<div class="kilau"></div>
<p><span>ENTER</span></div>
</div>
<div class="kete">
<div class="kiri">
<h4>Keterangan:</h4>
<p>Untuk menghasilkan efek glossy seperti contoh di atas, saya menggunakan <code>-moz-border-radius</code> untuk rounded corner dan <code>-moz-linear-gradient</code> untuk gradasinya.</p>
<p>Kode disamping kanan adalah kode yang saya gunakan untuk contoh efek glossy yang berwarna biru. Dan untuk tutorial lengkap pembuatan efek glossy, bisa dibaca <a href="http://girliemac.com/blog/2010/01/28/css3-aqua-button-revisited-for-firefox-3-6/" target="_blank">disini.</a></p>
</div>
<div class="kanan">
<pre>
<code>
.tombol {
   width: 600px;
   height: 200px;
   margin: -30px auto;
   border: 2px solid #4F93CA;
   background-color: rgba(60, 132, 198, 0.8);
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-border-radius: 100px;
   -moz-box-shadow:0 20px 20px rgba(66, 140, 240, 0.3);
   background-image: -moz-linear-gradient(rgba(28, 91, 155, 0.8) 0%, rgba(108, 191, 255, .9) 90%);
   -webkit-border-radius: 100px;
   -webkit-box-shadow:0 20px 20px rgba(66, 140, 240, 0.3);
   background-image: -webkit-gradient(linear, 0% 0%, 0% 90%, from(rgba(28, 91, 155, 0.8)), to(rgba(108, 191, 255, .9)));
}
</code>
<code>
.kilau {
   top:1px;
   left:50px;
   position: relative;
   height: 110px;
   width: 500px;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-border-radius: 100px;
   background-color: rgba(255, 255, 255, 0.2);
   background-image: -moz-linear-gradient(rgba(255, 255, 255, 0.55) 0%, rgba(255, 255, 255, 0) 80%);
   -webkit-border-radius: 100px;
   background-image: -webkit-gradient(linear, 0% 0%, 0% 95%, from(rgba(255, 255, 255, 0.7)), to(rgba(255, 255, 255, 0)));
}
</code>
<code>
.tombol span {
   text-shadow: 0px 1px 8px #2867A5;
   font-family: arial black;
   color: #fefefe;
   font-size: 80px;
   position: relative;
   top: -20px;
   left: 150px;
}
</code>
</pre>
</div>
</div>
<div class="judla"><b>3.</b> Efek transparan dengan Opacity dan RGBA</div>
<div class="kotak">
<div class="trans1"></div>
<div class="trans3"></div>
<p class="trans2"><b class="bold">Lorem ipsum katok kolor</b><br />
<br />Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.<br />
<br />Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.<br />
<br />Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.</p>
</div>
<div class="kete">
<div class="kiri">
<h4>Keterangan:</h4>
<p>Jika class <code>p.trans2</code> diberi kode <code>opacity:0.8</code> teks yang tertulis akan ikut menjadi transparan. Berbeda jika kita menggunakan kode <code>rgba(255, 255, 255, 0.8);</code> dimana nilai <code>0.8</code> adalah nilai opacity, maka teks tidak ikut menjadi transparan. Dengan menggunakan opacity dan warna RGBA, maka kita tidak perlu lagi menggunakan gambar dengan format *png untuk membuat efek transparan</p>
</div>
<div class="kanan">
<pre>
<code>
p.trans2 {
   padding: 15px;
   left: 0px;
   top: -421px;
   position:relative;
   z-index:2;
   width: 400px;
   height: 410px;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   background-color:rgba(255, 255, 255, 0.8);
   -moz-box-shadow:0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
   -webkit-box-shadow:0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
}
</code>
</pre>
</div>
</div>
<div class="judla"><b>4.</b> Kubus 3 dimensi dengan Skew &#038; Rotate</div>
<div class="kotak">
<div class="kubus">
<div class="top">1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1</div>
<div class="left">1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1</div>
<div class="right">1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1</div>
</div>
<div class="kubus2">
<div class="top2">2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2</div>
<div class="left2">2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2</div>
<div class="right2">2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2</div>
</div>
</div>
<div class="kete">
<div class="kiri">
<h4>Keterangan:</h4>
<p>Efek 3 dimensi ini masih menggunakan <code>-moz-transform</code> tapi ditambah dengan <code>skewY(0deg)</code>. Dimana <code>(0deg)</code> adalah besar sudut pada koordinat <code>Y</code>.</p>
<p>Saya mengalami kesulitan saat membuat kubus ini, karena saya harus meng-akurat-kan besar sudutnya supaya pas dengan sudut yang lain. Silakan baca tutorialnya <a href="http://www.fofronline.com/2009-04/3d-cube-using-css-transformations/" target="_blank">disini.</a></p>
</div>
<div class="kanan">
<pre>
<code>
<i>/* Kode CSS untuk kubus No.1 */</i>

.left, .right {
   top: 130px;
   float:left;
   padding: 15px;
   position:relative;
   width: 200px;
   height: 200px;
   color: #fff;
   font-size: 12px;
   right: 160px;
}

.top {
   font-size: 12px;
   color: #fff;
   z-index: 2;
   top:-51px;
   left: 185px;
   background: #7C8B2E;
   float:left;
   padding: 15px;
   position:relative;
   width: 200px;
   height: 200px;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-transform: rotate(60deg) skewY(-30deg) scaleY(1.15);
   -webkit-transform: rotate(60deg) skewY(-30deg) scaleY(1.15);
}

.left {
   background: #2867A5;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -webkit-transform: skewY(30deg);
   -moz-transform: skewY(30deg);
}

.right {
   background: #EF5F30;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -webkit-transform: skewY(-30deg);
   -moz-transform: skewY(-30deg);
}
</code>
</pre>
</div>
</div>
<div class="judla"><b>5.</b> Multi-Column dengan Column, Gap, &#038; Rule</div>
<div class="kotak">
<div class="kolom">
<p><b class="bold">Lorem Ipsum Katok Kolor</b><br /></br>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.</p>
<p><b class="bold">Lorem Ipsum Katok Kolor</b><br /></br>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.</p>
<p><b class="bold">Lorem Ipsum Katok Kolor</b><br /></br>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.</p>
</div>
<div class="kolom2">
<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit.</p>
</div>
</div>
<div class="kete">
<div class="kiri">
<h4>Keterangan:</h4>
<p><code>-moz-column-count</code> untuk menentukan jumlah kolom. <code>-moz-column-gap</code> untuk menentukan jarak antar kolom. <code>-moz-column-rule</code> untuk menambahkan sebuah garis antar kolom.</p>
<p>Saya juga memakai multi-column pada artikel <a href="http://cahcepu.com/inspirasi/sejarah-wayang-kulit">Sejarah Wayang Kulit</a>. Dan tutorial lengkapnya, bisa di baca <a href="http://www.zenelements.com/blog/css3-multiple-columns/" target="_blank">disini</a>.</p>
</div>
<div class="kanan">
<pre>
<code>
.kolom {
   margin-top: -30px;
   margin-bottom: 10px;
   padding: 20px;
   background: #fff;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-column-count: 3;
   -moz-column-gap: 20px;
   -moz-box-shadow:0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
   -webkit-column-count: 3;
   -webkit-column-gap: 20px;
   -webkit-box-shadow:0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
}

.kolom2 {
   text-align: justify;
   margin-top: -5px;
   padding: 20px;
   background: #fff;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -moz-column-count: 2;
   -moz-column-gap: 20px;
   -moz-column-rule: 1px solid #BDC1C7;
   -moz-box-shadow:0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
   -webkit-column-count: 2;
   -webkit-column-gap: 20px;
   -webkit-column-rule: 1px solid #BDC1C7;
   -webkit-box-shadow:0 0 10px rgba(0, 0, 0, 0.3);
}
</code>
</pre>
</div>
</div>
<div class="judla"><b>6.</b> Animasi dengan CSS3 &#038; Tentang Attribute Selector</div>
<div class="kotak">
<p class="alert">Untuk melihat efek animasi ini, gunakan browser Safari atau Chrome!</p>
<div>
<div class="kot" title="kot1"></div>
<div class="kot" title="kot2"></div>
<div class="kot" title="kot3"></div>
<div class="kot" title="kot4"></div>
</div>
<div class="animasi">
<div class="anima"></div>
<div class="bunder"></div>
<div class="animo"></div>
</div>
</div>
<div class="kete2">
<div class="kiri2">
<h4>Keterangan:</h4>
<p>Efek animasi pada contoh di atas menggunakan <code>-moz-transition</code> dan <code>-webkit-transition</code> sehingga efek animasinya akan terlihat Di browser Mozilla, Chrome, dan Safari.</p>
<p>Pada contoh disamping menggunakan kode transisi <code>all 0.6s ease-in-out</code> dimana <code>0.6s</code> adalah waktu gerak dan <code>ease-in-out</code> adalah tipe efek yang digunakan.</p>
<p>Tutorial animasi ini bisa dibaca <a href="http://www.the-art-of-web.com/css/css-animation/" target="_blank">disini</a>. Dan sekilas tentang attribute-selector bisa dibaca <a href="http://www.css3.info/preview/attribute-selectors/" target="_blank">disini</a>.</p>
</div>
<div class="kanan2">
<pre>
<code>
<i>/* Kode untuk contoh animasi pertama */</i>

.kot {
   float:left;
   width: 180px;
   height: 130px;
   margin: 30px 0;
   <i>/* Kode yang digunakan */</i>
   -webkit-transition: all 0.6s ease-in-out;
   -moz-transition: all 0.6s ease-in-out;
}

.kot[title$="kot1"] {
   background: #2867A5;
}

.kot[title$="kot1"]:hover {
   -moz-transform:translate(3em, 0pt);
   -webkit-transform:translate(3em, 0pt);
}

.kot[title$="kot2"] {
   margin-left: 20px;
   background: #7C8B2E;
}

.kot[title$="kot2"]:hover {
   -moz-transform:rotate(30deg);
   -webkit-transform:rotate(30deg);
}

.kot[title$="kot3"] {
   margin-left: 20px;
   background: #EF5F30;
}

.kot[title$="kot3"]:hover {
   -moz-transform:translate(-3em, 1em);
   -webkit-transform:translate(-3em, 1em);
}

.kot[title$="kot4"] {
   margin-left: 20px;
   background: #EA2F22;
}

.kot[title$="kot4"]:hover {
   -moz-transform:scale(1.3);
   -webkit-transform:scale(1.3);
}

.kot:hover {
   z-index: 2;
}
</code>
</pre>
</div>
</div>
<div class="simpul">
<h5>Akhirnya:</h5>
<ul>
<li>Sebenarnya masih banyak kehebatan CSS3 yang lain, seperti @font-face, berhubung saya pernah meng-embed font di server sendiri yang menyebabkan bandwidth 9GB habis dalam waktu 3 hari saja, maka sengaja tidak saya bahas. Tapi Anda bisa membaca tutorialnya <a href="http://deconstructioncode.blogspot.com/2009/09/sekilas-css-font-face.html" target="_blank">disini</a>.</li>
<li>Setelah mengetes efek CSS3 ini di berbagai browser, maka browser yang menjadi pilihan saya adalah <a href="http://www.mozilla.com/firefox/" target="_blank">FIREFOX</a>, <a href="http://www.apple.com/safari/download/" target="_blank">SAFARI</a>, dan <a href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">CRHOME</a>. Dan sering &#8211; seringlah meng-update browser Anda ke versi yang terbaru agar bisa merasakan kehebatan CSS3.</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahcepu.com/blog/css3hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Wayang Kulit</title>
		<link>http://cahcepu.com/blog/wayangkulit/</link>
		<comments>http://cahcepu.com/blog/wayangkulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 17:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahcepu.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[WAYANG adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="usul">
<p><span>W</span>AYANG adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.</p>
</div>
<div class="tigakolom">
<p>Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.</p>
<p>Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.</p>
<p>Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.</p>
</div>
<div class="karna">
Gambar di atas adalah Adipati Karna. Untuk informasi tentang Adipati Karna, silakan <a href="http://id.wiki.detik.com/wiki/Karna" title="Wikipedia: Profil Adipati Karna" target="_blank">lihat disini</a>.
</div>
<div class="deva"></div>
<div class="garis"></div>
<div class="jadul">Asal Usul Wayang Kulit</div>
<div class="asal">
<p><span>A</span>da dua pendapat mengenai asal &#8211; usul wayang. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.</p>
</div>
<div class="dev">
<p>Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.</p>
<p>Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.</p>
<p>Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe­wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain. Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. </p>
<p>Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 &#8211; 1160).</p>
<p>Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata &#8220;mawa­yang&#8221; dan `aringgit&#8217; yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.</p>
</div>
<div class="devi">
<div class="devio">
<div class="vid">
<object width="290 height="212"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/IJGE3m7BEng&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/IJGE3m7BEng&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="290" height="212"></embed></object>
</div>
</div>
<div class="devio">
<div class="vid">
<object width="290" height="212"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ItHo_cPfelA&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/ItHo_cPfelA&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="290" height="212"></embed></object>
</div>
</div>
<div class="devio">
<div class="vid">
<object width="290" height="212"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tX3623hoKw4&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/tX3623hoKw4&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="290" height="212"></embed></object>
</div>
</div>
</div>
<div class="garis"></div>
<div class="jadule">Kelahiran Wayang Kulit</div>
<div class="usul">
<p><span>M</span>engenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis­toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone­sia halaman 987.</p>
</div>
<div class="tigakolom">
<p>Kata `wayang&#8217; diduga berasal dari kata `wewa­yangan&#8217;, yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga masih belum ada.</p>
<p>Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. </p>
<p>Sejak saat itulah cerita &#8211; ­cerita Panji, yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.</p>
<p>Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.</p>
<p>Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.</p>
<p>Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.</p>
</div>
<div class="devo">
<div class="devoo">
<a href="http://ipang.deviantart.com/art/Wukir-Muluk-Agegana-Paksi-41995060" title="Wayang Kulit Di Deviantart" target="_blank"><img src="http://www.cahcepu.com/v3/wayang/w1.jpg" alt="Wayang Kulit Di Deviantart"></img></a>
</div>
<div class="devoo">
<a href="http://silentgecko.deviantart.com/art/Gathutkaca-111317147" title="Wayang Kulit Di Deviantart" target="_blank"><img src="http://www.cahcepu.com/v3/wayang/w2.jpg" alt="Wayang Kulit Di Deviantart"><br />
</img></a>
</div>
<div class="devoo">
<a href="http://hndrnt26.deviantart.com/art/KURAWA-Yuyutsu-102066212" title="Wayang Kulit Di Deviantart" target="_blank"><img src="http://www.cahcepu.com/v3/wayang/w3.jpg" alt="Wayang Kulit Di Deviantart"><br />
</img></a>
</div>
<div class="devoo">
<a href="http://madcat7777777.deviantart.com/art/awal-dan-akhir-85821534" title="Wayang Kulit Di Deviantart" target="_blank"><img src="http://www.cahcepu.com/v3/wayang/w4.jpg" alt="Wayang Kulit Di Deviantart"><br />
</img></a>
</div>
</div>
<div class="garis2">
Artikel diambil dari <a href="http://budayawayangkulit.blogspot.com/2009/01/wayang-kulit-wayang-salah-satu-puncak.html " target="_blank">Budaya Wayang Kulit</a>. Tampil baik di Firefox 3.5, Opera 10, dan Safari 4.0.4.<br />
Efek CSS 3 yang digunakan pada artikel ini tidak muncul di IE. Jadi, jangan pernah gunakan IE.
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahcepu.com/blog/wayangkulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>War Make Us Stupid, Don&#8217;t Do It!</title>
		<link>http://cahcepu.com/blog/stupidwar/</link>
		<comments>http://cahcepu.com/blog/stupidwar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 17:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahcepu.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[How many Einsteins have . YOU killed? Poster from Marko Tursunovic]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="dampot">
<h1>How many</h1>
<h1>Einsteins</h1>
<h1>have</h1>
<h1 class="asu">. YOU</h1>
<h1>killed?</h1>
</div>
<h5>Poster from <a href="http://antimachine.wordpress.com/2009/06/03/power-to-the-poster/" title="Antimachine.wordpress.com" target="_blank"><u>Marko Tursunovic</u></a><br />
<h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahcepu.com/blog/stupidwar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendesain Blog Sesuai Kepentingan</title>
		<link>http://cahcepu.com/blog/blogdesign/</link>
		<comments>http://cahcepu.com/blog/blogdesign/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 17:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahcepu.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita bingung saat awal menentukan tampilan design blog, mulai dari menentukan warna, letak widget, serta ukuran grid yang cocok. Dan ini adalah bagaimana blog &#8211; blog besar seperti Lifehacker, Smashing Magazine, dan PSD Tuts mengatur tampilan design blognya. Lifehacker : Each featured item gets a thumbnail image, a category, a title and a cool [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="bejo">
Terkadang kita bingung saat awal menentukan tampilan design blog, mulai dari menentukan warna, letak widget, serta ukuran grid yang cocok. Dan ini adalah bagaimana blog &#8211; blog besar seperti Lifehacker, Smashing Magazine, dan PSD Tuts mengatur tampilan design blognya.
</div>
<div class="gar"></div>
<div id="kuot">Lifehacker : Each featured item gets a thumbnail image, a category, a title and a cool hover effect.
<div class="span"><a href="http://lifehacker.com" title="Kunjungi : Lifehacker.com">Link &raquo;</a></div>
</div>
<div id="beji">
Salah satu ciri khas Lifehacker adalah <i>the top post of the day</i> atau artikel pilihan terfavorit pada hari itu juga. Letak artikel pilihan ini, ada di header (bagian atas) yang biasanya pada bagian itu adalah letak dari logo blog. Posisi sidebar sebelah kiri lebih kecil dari sidebar kanan. Sebelah kiri diisi dengan informasi kontak, dan sebelah kanan diisi dengan keterangan setiap artikel seperti, penulis, waktu penulisan, jumlah komentar, dan artikel terkait sesuai <i>tag</i>.
</div>
<div class="gar"></div>
<div id="kuoti">Smashing Magazine : Simple 3 column design. But it does get out of the way and let the content do it’s thing.
<div class="span"><a href="http://smashingmagazine.com" title="Kunjungi : SmashingMagazine.com">Link &raquo;</a></div>
</div>
<div id="beja">
Smashing Magazine adalah salah satu contoh design blog yang menggunakan 3 kolom dengan jumlah artikel yang banyak serta daftar arsip yang panjang. Dan menurut saya, inilah tampilan design blog yang terbaik. Keunggulan lain adalah menu utama bagian atas yang merupakan <i>kategori</i> artikel beserta <i>tag</i> artikel yang sesuai kategori tersebut. Hal ini mungkin bertujuan untuk memudahkan pengunjung menjelajahi artikel yang sesuai dengan keinginan mereka.
</div>
<div class="gar"></div>
<div id="kuoti">PSD Tuts : Has a huge footer. It’s almost 640px high and at 1024px by 768px screen resolution
<div class="span"><a href="http://psd.tutsplus.com" title="Kunjungi : psd.tutsplus.com">Link &raquo;</a></div>
</div>
<div id="beju">
Sama seperti Smashing Magazine, PSD Tuts juga mempunyai banyak artikel serta  daftar arsip yang panjang. Keunggulan yang dimiliki adalah navigasi yang mudah digunakan. Saat kita mengunjungi blog tersebut, dapat terlihat <i>breadcumbs</i> dan <i>drop down sub-category</i> yang tentunya sangat berguna untuk kita supaya mudah menjelajahi blog tersebut. Yang unik dari blog ini adalah tampilan design footer yang panjang dan lebarnya sama dengan layar monitor 14 inc.</div>
<div class="gar"></div>
<div id="bejoo">
Oh ternyata, intinya adalah bagaimana kita mendesign setiap point penting dan cara kita mempublikasikan point penting tersebut. Sehingga, pesan yang nantinya akan kita sampaikan ke pengunjung dapat diterima dengan baik.
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahcepu.com/blog/blogdesign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koin Keadilan Untuk Prita Mulyasari</title>
		<link>http://cahcepu.com/blog/koinprita/</link>
		<comments>http://cahcepu.com/blog/koinprita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 17:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cahcepu.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Semua Pasti Tahu Berawal dari menyebarkan keluhan tentang pelayanan rumah sakit Omni Internasional Tangerang kepada rekannya melalui email, Prita Mulyasari ibu dua anak tersebut harus masuk bui dan dituntut kesana kemari. Tidak sampai disini saja, Prita juga harus membayar denda atas email KELUHAN tersebut. Berapakah dendanya? Ya benar, Rp. 204.000.000 rupiah. Jumlah angka nol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Awalnya Semua Pasti Tahu</h4>
<p><img src="http://cahcepu.com/v3/prita/awal.png" alt="ikon">Berawal dari menyebarkan keluhan tentang pelayanan rumah sakit Omni Internasional Tangerang kepada rekannya melalui email, Prita Mulyasari ibu dua anak tersebut harus masuk bui dan dituntut kesana kemari. Tidak sampai disini saja, Prita juga harus membayar denda atas email KELUHAN tersebut. Berapakah dendanya? Ya benar, Rp. 204.000.000 rupiah. Jumlah angka nol yang banyak.</p>
<h4>Keadilan Yang Pilih Kasih</h4>
<p><img src="http://cahcepu.com/v3/prita/kasih.png" alt="ikon">Sebenarnya saya sudah bosan dengan opini seperti ini : mbok Minah yang mencuri 3 biji kakao saja disidang dan diberi hukuman, tetapi yang korupsi milyaran bahkan triliunan rupiah tidak tersentuh. Bagaimana menurut Anda, bukankah opini seperti itu sudah ada dari zaman dulu. Lalu kapan akan berakhir, bukannya masyarakat Indonesia semakin kritis menanggapi problematika yang ada?</p>
<h5><a href="http://koinkeadilan.com" title="KoinKeadilan.com" target="_blank">Saat keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan receh.</a></h5>
<h4>Perasaan Tidak Pilih Kasih</h4>
<p><img src="http://cahcepu.com/v3/prita/perasaan.png" alt="ikon">Jika keadilan pilih kasih, perasaan tidak. Perasaan manusia bisa dengan hebatnya membedakan antara siapa yang salah dan siapa yang benar. Ya, itulah sifat alamiah MANUSIA. Dan karna hal itu juga, ribuan manusia Indonesia tergerak dan bergerak untuk mendukung ibu Prita. Lalu, apakah kita masih punya perasaan, atau malah menjadi “robot berbicara” yang diam saat baterainya habis?</p>
<h4>Simbol Keadilan Rakyat Kecil</h4>
<p><img src="http://cahcepu.com/v3/prita/koin.png" alt="ikon">Aksi pengumpulan koin yang terjadi saat ini merupakan sebuah simbol keadilan untuk rakyat kecil. Seperti yang <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/111474-prita__koin_itu_simbol_keadilan_rakyat_kecil">diungkapkan ibu Prita</a> sendiri, jika masyarakat memberikan koin, itu berarti adalah pelajaran untuk keadilan. Saya pribadi merinding setelah tahu bahwa ada <a href="http://koinkeadilan.com/2009/12/09/koin-kembalian-belanja/">anak kelas 2 SD</a> yang datang membawa koin terbungkus serbet dan berkata “ini uang kembalian belanja di rumah”.</p>
<div class="kdri">Gambar Free Prita oleh <a href="http://menteridesainindonesia.blogspot.com/" title="Kementrian Desain Republik Indonesia" target="_blank">KDRI</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cahcepu.com/blog/koinprita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

